Sabtu, 30 Maret 2013

Etlingera hemisphaerica


Honje
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5a/
Etlin_hemisph_091229-0348_tdp.jpg/240px-Etlin_hemisph_
091229-0348_tdp.jpg
Sebagaimana umumnya kerabat suku jahe-jahean, rimpang honje hutan tumbuh di bawah tanah dekat permukaan. Darinya tumbuh batang-batang semu –yang sesungguhnya gabungan pelepah-pelepah daun– yang muncul tegak dan banyak, berdekat-dekatan, membentuk rumpun; masing-masing batang semu dapat mencapai tinggi 7 m dan gemang 2,5 cm, hijau tua, bulat torak, membesar di pangkalny.  Rimpangnya tebal, kuat, banyak bercabang, dengan tunas hijau terang. Sisi bawah daun kemerahan.
Daun 15-25 helai tersusun dalam dua baris di batang semu, berseling, yang terbawah jauh lebih kecil dari daun di bagian atas; helaian daun jorong memanjang, 15-75 cm × 5-15 cm, dengan pangkal membulat atau kadang-kadang bentuk jantung atau asimetris, tepi berjumbai halus, dan ujung meruncing pendek, hijau perunggu, gundul namun dengan banyak bintik dan urat daun yang kemerahan, dengan sisi bawah berwarna merah anggur.

Bunga dalam karangan padat berbentuk gasing, muncul lateral dekat pangkal batang semu, bertangkai panjang 35-100 cm × 1-1,5 cm, daun-daun pelindung di tangkai antara 5-12 cm panjangnya. Daun pelindung karangan bunga bundar telur-jorong, 5-10 cm × 3-7 cm, merah, berdaging, ujung membulat atau dengan runcingan pendek, dengan tepian (margin) berwarna hijau terang. Bunga-bunga berjumlah banyak, 4-7 cm panjangnya. Daun pelindung bunga 3,5 cm × 1 cm, lebih pendek daripada bunga, merah dengan tepian hijau pucat. Seludang bunga (brakteola) agak tembus pandang, tersaput kemerahan, hingga 2,5cm panjangnya. Kelopak merah, bertaju 3 pendek, panjang lk. 3,5 cm, terbelah di satu sisi. Mahkota bentuk tabung, 4-5 cm, putih, dengan taju 3 berwarna merah. Labellum[3] bundar telur lebar, bentuk perahu, ujung membundar dan tepian menggelombang, 2-2,5 cm panjangnya, merah dengan margin kuning kecuali ke arah pangkal. Benang sari dengan tangkai berwarna putih dan kepala sari yang merah terang di belakangnya. Putik dengan tangkai merah terang dan kepala putik yang besar, merah menyala.

Buah berjejalan dalam bongkol hampir bulat berdiameter hingga 12 cm; butir buahnya besar, berukiuran sekitar 5 cm × 2,5 cm, dengan paruh sekitar 1,5 cm, berambut halus pendek di luarnya, kuning. Berbiji banyak, coklat kehitaman, bulat telur menyudut, diselubungi salut biji (arilus) putih bening yang berasa masam

Jambu Air Hutan (Syzygium cumini L.)


Jambu  Air  Hutan (Syzygium cumini L.) termasuk kedalam suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan nama Jamblang (Jawa), dan Jambu Keling. Batangnya yang kokoh dapat mencapai ketinggian 20 m. Daun kelopak berbentuk lonceng melebar. Buah buni berbentuk lonjong, dengan kulit tipis licin mengkilap, dengan warna merah tua sampai ungu kehitaman. Buahnya biasa di konsumsi segar.  Selain itu, buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah dan jeli.Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, meskipun tidak istimewa dan agak mudah pecah.Juga sering digunakan sebagai kayu bakar.Kulit kayunya menghasilkan zat penyamak (tanin) dan dimanfaatkan untuk mewarnai (ubar) jala.Daunnya kerap digunakan sebagai pakan ternak (Heyne, 1987).


Beberapa bagian tumbuhan juga dipergunakan sebagai bahan obat, tradisional maupun modern. Kulit batang, daun, buah dan bijinya sering kali digunakan sebagai obat kencing manis, diare, dan beberapa penyakit lain. Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin (wind break).Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.

Lempuyang (Zingiber amaricans BL.)


                Lempuyang (Zingiber amaricans BL.) merupakan tanaman herba Indonesia, perennial, batang asli berupa rimpang di bawah tanah, tinggi lebih dari 1 m. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Rimpang lempuyang bsa juga dimasak sebagai lauk makan nasi putih, biasanya digunakan untuk lauk makan seorang ibu yang habis melahirkan.Lempuyang memiliki batang semu berupa kumpulan pelepah daun yang berseling, di atas tanah, beberapa batang berkoloni hijau. Kemudian Rimpangnya  merayap, berdaging, gemuk, aromatik. sebelah luar berwarna coklat muda, irisan melintang warna kuning muda,  Rasanya pahit pedas, berbau aromatik.
Tanaman ini terdapat di daerah Asia tropika. Di Jawa dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 1-1200 m dpl, banyak tumbuh sebagai tumbuhan liar di tempat-tempat yang basah di dataran rendah dan tinggi. Perbanyakan: pada umumnya dengan potongan rimpang yang bermata tunas atau anakan yang masih muda setidaknya dengan 1 tunas. Secara alami potongan potongan rimpang yang telah bertunas akan memperbanyak diri dengan biji. Tumbuhan ini akan dapat berkembang secara baik di hutan, kebun, pekarangan dengan intensitas matahari di bawah naungan kurang lebih 11-585 lux.
Rimpang lempuyang yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalapan.  Adapun khasiat lempuyang untuk kesehatan antara lain menambah nafsu makan, Penambah darah, obat rematik, alergi terhadap udang/ikan laut, batuk rejan/ kinghus, encok dan bengkak-bengkak. Selain itu lempuyang juga dapat meredakan nyeri lambung yang disertai kejang. Parutan rimpang beserta minyak kelapa dan abu dapat digunakan untuk membalur bagian tubuh yang bengkak sehingga kempes.Kemudian lempuyang juga dapat digunakan untuk memulihkan kondisi wanita yang baru melahirkan, mengobati asma & obat pengurang rasa sakit. 10 gram rimpang segar lempuyang wangi; setelah dicuci, diparut, diperas dan disaring, kemudian hasil saringan ditambah 2 sendok makan madu dan 1/2 gelas air matang (panas), diaduk diminum dua kali sehari pagi dan sore sama banyak.